Kabarminang – Polemik antara keluarga Hengki Saputra (30) dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) Asir Dental Care di Kota Pariaman kembali memanas setelah terjadi perusakan fasilitas klinik pada Senin (30/3/2026) sore.
Dokter gigi di klinik tersebut, Rini Susilawati, mengatakan keluarga Hengki datang saat klinik sedang ramai melayani pasien.
“Sore itu klinik sedang banyak pasien. Tiba-tiba ibu Hengki bersama adiknya datang dalam keadaan marah-marah dan memaki-maki, masih menuntut pertanggungjawaban kepada kami,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumbarkita, Rabu (1/4).
Ia melanjutkan, kaca klinik ditendang hingga pecah sehingga suasana ruang praktik menjadi ricuh dan membuat pasien lain ketakutan.
“Pasien yang sedang antre langsung panik dan keluar. Kami merasa situasi sudah mengancam keselamatan, sehingga saya menghubungi polisi untuk pengamanan,” katanya.
Rini menyebutkan, pihaknya berencana melaporkan dugaan perusakan dan ancaman tersebut ke Polres Pariaman, Rabu (1/4/2026).
Ia melanjutkan, sejak awal ia telah menyampaikan bahwa tindakan medis di tempat praktiknya dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan informasi medis dari RSUP M. Djamil Padang, pasien didiagnosis mengalami tumor otak yang diduga menjadi penyebab kebutaan.
“Saya sudah tegaskan sebelumnya bahwa tindakan medis di tempat kami sudah sesuai prosedur,” katanya.
Awal Mula Kasus
Sebelumnya, Hengki Saputra, warga Korong Koto Tabang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku kehilangan penglihatan setelah menjalani prosedur pencabutan gigi pada 2021.















