Kabarminang – Sejumlah mantan direksi menyatakan optimisme terhadap masa depan Bank Nagari sebagai bank pembangunan daerah di Sumatera Barat. Mereka menilai, di bawah kepemimpinan saat ini, Bank Nagari tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga diharapkan semakin aktif mendorong pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank Nagari yang digelar di Gedung Cabang Utama Bank Nagari, Jalan Pemuda, Kota Padang, Kamis (12/3).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah mantan direksi dan tokoh perbankan daerah yang pernah berperan dalam perjalanan Bank Nagari. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap jajaran direksi saat ini.
Salah satu mantan Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi, menyampaikan harapannya agar bank daerah tersebut terus berkembang dan mampu memperkuat perannya di tengah masyarakat.
“Kami mantan direksi mendukung jajaran direksi Bank Nagari saat ini untuk terus menggerakkan perekonomian nagari di Sumatera Barat. Semoga Bank Nagari lebih baik dan maju ke depan,” ujarnya.
Menurut Suryadi, ke depan Bank Nagari dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari percepatan transformasi digital untuk bersaing dengan perusahaan financial technology (fintech), pengelolaan risiko kredit atau non-performing loan (NPL) di tengah perlambatan ekonomi, hingga kebutuhan peningkatan permodalan.
Ia menilai, penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan tersebut.
“Saat ini Bank Nagari terus memperkuat infrastruktur IT, sehingga keterbatasan teknologi dan SDM, serta persaingan dengan fintech yang agresif dapat diantisipasi,” katanya.
Momentum HUT ke-64 ini juga menjadi ajang konsolidasi dan refleksi bagi Bank Nagari. Para tokoh yang hadir sepakat memberikan dukungan agar bank pembangunan daerah tersebut tetap kuat, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Selain itu, dukungan dari para mantan direksi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Bank Nagari, termasuk dalam menghadapi berbagai isu yang sempat beredar terkait kinerja perusahaan.
















