Kabarminang — Suasana menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang, berubah drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penyintas banjir kini akan menjalani hari raya di hunian sementara sehat dan layak (Hunsela) di kawasan tersebut.
Lokasi Hunsela Kapalo Koto ini juga menjadi kawasan pembangunan 10 hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir. Dari pantauan Sumbarkita, Selasa (17/3/2026) siang, aktivitas pembangunan Huntap masih berlangsung. Material bangunan terlihat tersusun di sejumlah titik, sementara akses jalan di lingkungan tersebut masih berupa tanah dan belum sepenuhnya tertata.
Salah seorang penyintas banjir, Tika (26), yang tinggal di Hunsela Kapalo Koto, mengaku terjadi perubahan dalam menyambut Idulfitri tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya ada tradisi seperti membersihkan rumah, membuat kue, hingga membeli pakaian menjelang Lebaran, namun tahun ini hal tersebut tidak lagi menjadi prioritas.
“Untuk sekarang itu tidak lagi menjadi prioritas. Kalau tahun kemarin ya ada kepikiran. Tahun sekarang lebih kepikiran huntap cepat selesai biar bisa dihuni dan beraktivitas seperti biasa,” kata ibu rumah tangga itu saat ditemui Sumbarkita, Selasa (17/3/2026).
Tika mengaku merasakan perasaan campur aduk menjelang Lebaran tahun ini. Ia menyebut ada kesedihan karena kehilangan rumah lama, namun juga rasa syukur atas bantuan hunian yang diterima.
“Kalau dibilang sedih, ya sedih, kalau dibilang senang ya senang. Alhamdulillah dapat bantuan rumah,” ujarnya.
Ia menceritakan, banjir yang melanda Kapalo Koto akhir 2025 menyebabkan rumahnya yang dihuni dua kepala keluarga kini tidak dapat digunakan lagi setelah tertimbun lumpur.
“Rumah kami tidak bisa dihuni lagi, kecuali ada perbaikan pada aliran sungai di sekitar lokasi,” katanya.
















