Kabarminang — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Dharmasraya sejak Selasa (17/3/2026) pagi menyebabkan Sungai Batang di Jorong Marga Raya, Nagari Taratak Tinggi, Timpeh di Kecamatan Timpeh, meluap dan merendam permukiman warga.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Suherman Junaidi, mengatakan banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan hingga akses jalan penghubung di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, dampak banjir paling parah terjadi di tiga jorong di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh. Ia merinci, di Jorong Marga Raya, tercatat 44 kepala keluarga (KK) terdampak yang terdiri dari 32 rumah dan 136 jiwa. Sementara itu, di Jorong Gunung Talang terdapat 75 KK dengan 58 rumah dan 185 jiwa yang terendam banjir. Kemudian, di Jorong Marga Makmur II terdapat 25 KK yang terdiri dari 21 rumah dan 81 jiwa terdampak.
“Data sementara tiga jorong di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh ada 111 unit rumah yang dihuni oleh 144 KK dengan total 402 jiwa terdampak. Tinggi air ini bervariasi, ada yang mencapai sekitar 40 sentimeter,” ujarnya kepada Sumbarkita, Selasa (17/3) sore.
Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan tim BPBD telah ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan kondisi di lapangan.
“Alhamdulillah, sore ini kondisi sudah mulai surut. Di lokasi juga sudah tidak hujan lagi. Warga mulai membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi warga serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian material akibat bencana tersebut.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi,” imbuhnya.
















