Kabarminang — Polemik video yang diunggah Salman Chan melalui akun media sosial pribadinya, Salman Chan Photographer, terus bergulir dan meluas hingga ke luar wilayah Pariaman.
Beberapa potongan video dalam akun tersebut menyebut Lubuak Basuang sebagai lumbung pencuri motor. Video itu kemudian viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Lubuak Basuang, Kabupaten Agam.
Usai video tersebut ramai diperbincangkan, sejumlah warga Lubuak Basuang pada Rabu (25/2) malam menyatakan sikap terbuka dengan mengecam pernyataan Salman Chan yang dinilai menyinggung serta merendahkan masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Lubuak Basuang, Rizaldi (42), mengatakan pernyataan tidak berdasar dan telah melukai harga diri warga sehingga berpotensi memicu konflik sosial.
“Kami sangat keberatan dengan pernyataan itu. Tidak bisa satu daerah dicap sebagai sarang pencuri. Itu tuduhan serius dan menyakitkan bagi masyarakat kami,” ujarnya kepada Sumbarkita, Kamis (26/2).
Menurutnya, pernyataan yang disebarkan melalui media sosial itu telah menimbulkan kemarahan luas di tengah masyarakat. Bahkan, kata dia, sejumlah warga meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah antisipatif agar situasi tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
“Kami meminta pihak kepolisian segera mengamankan yang bersangkutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai emosi masyarakat tersulut,” tegasnya.
Senada dengan itu, warga lainnya, Yulhendri (38), menilai pernyataan Salman Chan berpotensi mengandung unsur ujaran kebencian karena menyentuh sentimen sosial masyarakat.
















