Kabarminang – Universitas Andalas (Unand) menggelar prosesi wisuda akbar Periode 1 Tahun 2026 di Gedung Auditorium Unand, Limau Manis, Padang, Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 1.333 lulusan mulai dari jenjang Diploma, Sarjana, hingga Doktor resmi dilepas dalam suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

​Wisuda kali ini hadir dengan format baru yang lebih personal. Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, memimpin langsung prosesi pemindahan kuncir toga (tassel) kepada setiap wisudawan tanpa terkecuali, guna memberikan kenangan yang lebih mendalam bagi para lulusan.
​Dalam sambutannya, Efa Yonnedi menjelaskan, perubahan format ini bertujuan memberikan pengalaman yang lebih berkesan. Jika sebelumnya prosesi pemindahan kuncir seringkali hanya dilakukan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa, pada periode ini pimpinan universitas menyentuh langsung setiap lulusan.

​”Wisuda ke-1 tahun 2026 ini dilaksanakan dengan format berbeda. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisudawan, di mana prosesi pemindahan jambul (kuncir toga) dilakukan langsung oleh pimpinan universitas kepada setiap lulusan. Hari ini setiap wisudawan merasakannya langsung,” sebutnya di hadapan awak media.
​Keputusan untuk melaksanakan wisuda di dalam gedung (indoor) dengan protokol yang tertata juga didasari oleh efisiensi sumber daya dan kesadaran akan hak memori lulusan.

Efa menyadari banyak lulusan pada masa pandemi lalu kehilangan momen memori terakhir di kampus.
​”Hal ini sebenarnya merupakan bentuk layanan terbaik kita kepada orang tua dan wisudawan. Meskipun prosesnya cukup melelahkan bagi pimpinan karena harus mewisuda 1.333 orang secara langsung, acara berjalan lancar. Prosesi bisa kita selesaikan dalam satu hari dan tuntas sebelum waktu salat Zuhur,” tambahnya.
​Rektor juga memproyeksikan puncak wisuda akan terjadi pada Agustus atau September mendatang. Ia memastikan manajemen jadwal akan tetap diatur agar efisien namun tetap khidmat.

​Menghadapi tantangan masa depan, Rektor menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan Unand agar tetap relevan di tengah gempuran teknologi dan perubahan iklim global.
Pertama, lulusan harus memegang teguh ketajaman berpikir kritis dan analitis agar tidak membiarkan algoritma mendikte keyakinan mereka di tengah maraknya konten buatan AI atau konten sintetik.

Kedua, ia menekankan pentingnya meta learning melalui konsep learn, unlearn, and relearn, karena di dunia yang berubah cepat ini, nilai seorang lulusan terletak pada kemampuan untuk terus belajar kembali dengan growth mindset.
Terakhir, Rektor mengajak wisudawan memiliki “hati yang hijau” untuk mendukung transisi hijau dan pertumbuhan inklusif, guna memastikan pembangunan tidak hanya menguntungkan segelintir orang tetapi juga menjaga keberlanjutan bumi agar tetap layak dihuni oleh generasi mendatang.

​”Kapal-kapal besar sedang berputar jalur di samudra global, namun Saudara memegang kemudi di tangan sendiri. Jangan takut pada badai, karena Saudara adalah lulusan Unand yang tangguh,” pungkasnya.















