Kabarminang — Seorang perempuan bernama Dewi Sumarni (52) mengaku sebagai warga Jorong Ujuang Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Saat ini, ia mengaku terlantar di Jayapura, Papua, setelah ditinggal relawan yang membawanya.
Dewi menyebut dirinya merupakan salah satu korban selamat galodo yang menimpa wilayah tersebut pada akhir 2025. Ia mengaku rumahnya hancur dan tidak bisa ditempati lagi, serta seluruh anggota keluarganya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Ia menambahkan, kepergiannya ke Jayapura bermula ketika bertemu seorang relawan perempuan berinisial R asal Balingka, Kabupaten Agam, yang datang menyalurkan bantuan sembako ke sebuah masjid di Nagari Sungai Batang.
Dewi mengaku tiba di Jayapura pada 2 Februari 2026 dini hari. Setibanya di Jayapura, ia bersama relawan singgah di sebuah masjid untuk beristirahat. Namun, Dewi mengaku ditelantarkan, dan seluruh kartu identitas miliknya turut dibawa oleh relawan tersebut.
Bagaimana Kebenarannya?
Sementara itu, Fika, sepupu Dewi, mengatakan seluruh informasi yang disampaikan Dewi tidaklah benar. Ia menyebut Dewi merupakan warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam, bukan orang Jorong Ujuang Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Fika menambahkan, rumah Dewi di kampung tidak terdampak galodo seperti yang diceritakanya, dan saat ini rumahnya disewakan.
Ia menyebut, kepergian Dewi ke Jayapura merupakan kemauan sendiri, bukan dibawa oleh relawan seperti yang diceritakanya.
“Dia pergi atas kemauannya sendiri. Dia sudah dilarang oleh adik-adiknya, tetapi tetap pergi bersama teman-temannya di Jakarta, tempat dia bekerja sebelumnya. Kepergiannya baru sekitar dua minggu yang lalu,” tutur Fika.
Fika menekankan kalimat yang diucapkan Dewi sebaiknya tidak terlalu dipercaya karena Dewi mengalami gangguan psikologis.
“Omongan yang dia sampaikan sulit dipercaya. Dia mengalami gangguan pikiran setelah suami dan ibunya meninggal,” tambahnya.
Camat Tanjung Raya, Al Hafidh, menegaskan Dewi Sumarni, bukan warga Jorong Ujuang Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
















