Kabarminang – Rektor Universitas Andalas (Unand) Efa Yonnedi memastikan kampus memberikan bantuan menyeluruh kepada 623 mahasiswa dan 112 dosen yang terdampak bencana dengan kategori dampak berat dan ringan. Bantuan tersebut mencakup fasilitas hunian, layanan kesehatan, perbaikan kendaraan, hingga dispensasi dan pembebasan uang kuliah.
“Mahasiswa yang masuk kategori terdampak berat difasilitasi asrama gratis di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut dapat digunakan sementara hingga mahasiswa memperoleh tempat kos baru sebagai hunian pengganti,” tutur Efa, Senin (2/2/2026).
Mahasiswa dengan kategori terdampak ringan mendapatkan bantuan berupa voucher peralatan kos. Voucher tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, seperti kasur, kipas angin, lemari, dan meja.
Selain hunian ia juga memastikan akses layanan kesehatan bagi sivitas akademika terdampak. Mahasiswa dan dosen yang membutuhkan perawatan medis maupun penanganan darurat difasilitasi dengan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara gratis di rumah sakit.
Efa menyampaikan dalam upaya menjaga mobilitas mahasiswa, pihak kampus bekerja sama dengan dealer sepeda motor untuk memberikan servis gratis bagi kendaraan yang rusak akibat bencana. Kendaraan yang masih dapat digunakan diarahkan datang langsung ke kampus.
“Adapun kendaraan yang tidak memungkinkan untuk dikendarai akan dijemput menggunakan truk, dibawa ke kampus, dan diservis secara gratis hingga kembali dapat digunakan,” ujar Efa.
Di bidang akademik dan keuangan, Efa menyampaikan bahwa Unand memberikan dispensasi keringanan uang kuliah bagi mahasiswa yang terdampak langsung, khususnya yang mengalami kondisi seperti usaha orang tua terhenti atau rumah keluarga mengalami kerusakan berat hingga hilang.
“Bentuk dispensasi tersebut meliputi keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga pembebasan UKT, yang ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi kondisi mahasiswa bersangkutan,” tutur Efa.















