Kabarminang – STIKES Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Dosen bersama seluruh mahasiswa STIKES Indonesia turun langsung membantu warga terdampak bencana banjir bandang (galodo) di Batu Busuk dan Goa Kuranji, Kota Padang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Pengabdian Nomor: ST/514/STIKESI/XII/2025 pada 1–6 Desember 2025. Tim Pengabmas dipimpin oleh Ns. Clara Nadia, selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, bersama jajaran dosen dan civitas akademika STIKES Indonesia.
Ketua PkM, Clara Nadia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan akademik institusi, sekaligus bentuk kepedulian STIKES Indonesia terhadap bencana alam di Sumatera Barat, khususnya banjir bandang yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya kepada Sumbarkita, Selasa (27/1).
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dosen dan mahasiswa secara langsung di lapangan juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
“Keterlibatan langsung di lapangan menjadi sarana pembelajaran karakter, empati, dan kepedulian sosial. Kami berharap kehadiran sivitas akademika STIKES Indonesia dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, tim Pengabmas STIKES Indonesia melakukan pembersihan material lumpur di rumah warga terdampak, penyaluran bantuan sembako dan perlengkapan rumah tangga, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang disertai dengan edukasi kesehatan.
Selain dosen dan mahasiswa aktif, semangat pengabdian juga ditunjukkan oleh alumni STIKES Indonesia yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Malalo, Kabupaten Tanah Datar. Meski telah lulus, para alumni tetap berkontribusi di tengah masyarakat dengan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme yang ditanamkan selama masa pendidikan.
Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan STIKES Indonesia, di mana proses pendidikan tidak berhenti pada kelulusan, tetapi terus membentuk lulusan yang berjiwa sosial, peduli, dan siap mengabdi di mana pun berada.
Melalui kegiatan ini, STIKES Indonesia menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten melahirkan insan kesehatan yang berkomitmen tinggi terhadap pengabdian dan nilai-nilai kemanusiaan.
















