Selasa, Januari 27, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Peneliti Sebut Sinkhole di Limapuluh Kota Cerminan Gagalnya Pengelolaan Tanah dan Air

Lisa Septri Melina
Jumat, 23 Januari 2026 12:20
in Kabar Sumbar
Fenomena sinkhole atau tanah berlubang muncul di kawasan pertanian di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Foto: Ist

Fenomena sinkhole atau tanah berlubang muncul di kawasan pertanian di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Foto: Ist


Kabarminang — Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang muncul di kawasan pertanian di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota,beberapa waktu lalu tidak bisa semata-mata dianggap sebagai kejadian alam biasa. Kemunculan lubang ini menandakan indikator nyata krisis tata kelola tanah dan air tanah yang selama ini luput dari perhatian.

Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Tanah IPB University, Prof Widiatmakan. Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, sinkhole terbentuk karena hilangnya kestabilan struktur tanah melalui proses pelindian (leaching) dan erosi bawah permukaan (piping). Proses ini lebih sering terjadi pada tanah bertekstur halus hingga sedang yang berada di atas batuan mudah larut atau lapisan berongga.

“Curah hujan tinggi memang berperan sebagai pemicu, tetapi penyebab utamanya adalah melemahnya struktur tanah akibat hilangnya partikel halus dari lapisan bawah. Rongga terbentuk secara perlahan, tetapi runtuhnya bisa sangat tiba-tiba,” ujarnya dikutip dari laman resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini kerap diperburuk oleh aktivitas manusia yang mengubah sistem air tanah secara drastis. Pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan drainase tanpa kajian hidrogeologi, serta pembebanan lahan tanpa memperhitungkan daya dukung tanah, mempercepat terjadinya kegagalan struktur tanah.

Menurutnya, perubahan tata guna lahan menjadi salah satu faktor utama yang sering diabaikan. Alih fungsi hutan dan lahan bervegetasi menjadi kawasan terbangun atau pertanian intensif mengurangi kemampuan tanah sebagai penyangga air dan struktur.

“Hilangnya penutup vegetasi dan bahan organik tanah menurunkan agregasi tanah. Akibatnya, tanah kehilangan kohesi dan menjadi sangat rentan terhadap erosi internal melalui piping,” jelasnya.

Dalam kondisi ini, distribusi air hujan tidak lagi merata, tetapi terkonsentrasi pada jalur tertentu di bawah permukaan. Aliran yang terfokus inilah yang mempercepat pembentukan rongga dan melemahkan lapisan penutup tanah.

Ia juga menekankan bahwa eksploitasi air tanah secara berlebihan merupakan faktor paling berbahaya, karena bekerja seperti “bom waktu” di bawah permukaan. Penurunan cepat muka air tanah mengurangi tekanan penyangga alami pada rongga bawah tanah, sementara siklus basah-kering berulang melemahkan kohesi tanah.


halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: air tanahamblesan tanahdampak lingkunganerosi bawah permukaanIPBIPB Universitykarstkrisis tata kelola tanahLimapuluh Kotalubang runtuhan tanahmitigasi sinkholepelindian tanahpemetaan kerentanan lahanProf WidiatmakansinkholeSitujuah BatuaSitujuah Limo Nagaritanah berporositas tinggi

Berita Terkait

Potret Kemiskinan di Pesisir Selatan, Satu Keluarga Hidup dengan Bantuan Rp450 Ribu Sebulan

Potret Kemiskinan di Pesisir Selatan, Satu Keluarga Hidup dengan Bantuan Rp450 Ribu Sebulan

26 Januari 2026
Miris, Jenazah Petani di Pesisir Selatan Ditandu 3 Kilometer karena Jalan Putus

Miris, Jenazah Petani di Pesisir Selatan Ditandu 3 Kilometer karena Jalan Putus

26 Januari 2026
Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 26 Januari 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 26 Januari 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

26 Januari 2026
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Menjauh Radius 3 Km dari Puncak

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Menjauh Radius 3 Km dari Puncak

25 Januari 2026
Wali Kota Pariaman Lepas Ratusan Peserta Talao Beach Run 2026, Dorong Kebangkitan Sport Tourism

Wali Kota Pariaman Lepas Ratusan Peserta Talao Beach Run 2026, Dorong Kebangkitan Sport Tourism

25 Januari 2026
Seorang Lansia di Agam Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun

Seorang Lansia di Agam Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun

25 Januari 2026
Next Post
Truk Terbalik di Dharmasraya, Akses Lalu Lintas Terganggu

Truk Terbalik di Dharmasraya, Akses Lalu Lintas Terganggu

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Jalur Padang Panjang–Bukittinggi Kembali Lancar Usai Kecelakaan Beruntun

Kronologi Lengkap dan Identitas Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

26 Januari 2026

Berikut Data Identitas Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang–Bukittinggi

Berikut Data Identitas Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang–Bukittinggi

26 Januari 2026

Truk Trailer Muatan Pupuk Picu Laka Beruntun di Jalan Padang-Bukittinggi, Ini Identitas Sopir

Truk Trailer Muatan Pupuk Picu Laka Beruntun di Jalan Padang-Bukittinggi, Ini Identitas Sopir

26 Januari 2026

Pemko Bukittinggi Gelar Aksi dan Konser Amal Bela Palestina, Terkumpul Donasi Rp815 Juta

Pemko Bukittinggi Gelar Aksi dan Konser Amal Bela Palestina, Terkumpul Donasi Rp815 Juta

19 Oktober 2025

Dua Warga yang Duduk di Warung Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

Dua Warga yang Duduk di Warung Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

26 Januari 2026

Heboh! Suara Dentuman Gegerkan Warga di Agam hingga Pasaman, BMKG Buka Suara

Heboh! Suara Dentuman Gegerkan Warga di Agam hingga Pasaman, BMKG Buka Suara

24 Januari 2026

Kirim 8 Paket Ganja ke Jakarta, Dua Pemuda Asal Padang Pariaman Ditangkap Polisi

Kirim 8 Paket Ganja ke Jakarta, Dua Pemuda Asal Padang Pariaman Ditangkap Polisi

20 Januari 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.