Kabarminang – Deretan tenda darurat berdiri di halaman SDN 05 Batang Anai, menjadi ruang kelas sementara bagi siswa yang menjalani ujian semester satu, Senin (8/12/2025). Bangunan sekolah mereka roboh akibat banjir bandang yang melanda kawasan Batang Anai pada Kamis, 27 November 2025.
Tiga tenda yang digunakan merupakan bantuan Polres Padang Pariaman, ditambah dukungan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Di bawah tenda itulah, anak-anak duduk mengerjakan soal ujian, menggantikan ruang kelas yang kini tak lagi berdiri.
Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SDN 05 Batang Anai, Lisa Ripendi, mengatakan seluruh persiapan dilakukan dalam waktu singkat demi memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, meski dalam kondisi darurat.
“Kami harus bergerak cepat. Hampir seluruh bangunan sekolah roboh, hanya perpustakaan yang tersisa. Tenda ini satu-satunya cara agar ujian tetap bisa dilaksanakan,” ujar Lisa.
Sekolah Tak Bisa Digunakan Sama Sekali
Banjir bandang terjadi saat Sungai Batang Anai meluap, membawa lumpur dan material longsor. Arus deras menghantam bangunan sekolah hingga seluruh ruang kelas rusak dan tidak dapat digunakan.
“Air bukan hanya merendam, tapi membawa lumpur tebal dan batu besar. Sekolah langsung tidak bisa dipakai sama sekali,” kata Lisa.
Untuk mendukung pelaksanaan ujian, pihak sekolah meminjam meja, kursi, serta perlengkapan belajar dari Polres Padang Pariaman, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait.
“Meja dan kursi banyak yang kami pinjam dari polisi dan pemda. Tanpa itu, anak-anak tentu kesulitan mengikuti ujian,” tambahnya.
Pindah Sekolah Tak Jadi Pilihan
Sebelumnya, pihak sekolah sempat mempertimbangkan memindahkan pelaksanaan ujian ke SDN 11 Batang Anai. Namun jarak yang cukup jauh dan kondisi akses jalan yang juga terdampak banjir membuat rencana tersebut tidak memungkinkan.
“Kami hampir pindahkan ujian ke SDN 11. Tapi selain jauh, akses jalannya juga tergenang. Anak-anak akan sangat kesulitan,” jelas Lisa.
















