Kabarminang – Di tengah sunyi pascabencana, energi terbesar yang menggerakkan Anduriang, Kayutanam, Padang Pariaman Kamis (4/12/2025), bukan berasal dari mesin berat, melainkan dari manusia. Puluhan personel Polres Padang Pariaman bersama Tim BKO Resimen III Pasukan Pelopor Brimob Polri bekerja serempak mengangkat dan memindahkan tiang listrik secara manual setelah akses menuju lokasi putus total akibat banjir dan longsor.
Lebih dari sepuluh tiang dengan berat masing-masing sekitar 400 kilogram harus dibawa melewati medan ekstrem. Tanpa alat berat, personel berjibaku, bahu-membahu, memastikan setiap tiang kembali berdiri di titik jaringan.
Aksi ini terekam warga. Dalam video tampak barisan polisi membentuk formasi khusus, menarik tambang, memikul tiang besar secara bersamaan. Tangan menggenggam tali, kaki menjejak tanah berlumpur, tubuh condong menahan beban ratusan kilogram—semua bergerak dalam satu ritme, tanpa deru mesin.
“Kerusakan jalan menuju titik jaringan listrik membuat kendaraan, baik roda empat maupun alat berat, tidak bisa masuk,” jelas Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, Jumat (5/12).
Material longsor, pohon tumbang, dan struktur tanah labil menutup seluruh jalur desa. Dalam kondisi demikian, pemulihan jaringan hanya mungkin dilakukan dengan mengandalkan tenaga manusia.
“Kami tidak bisa menunggu alat berat. Warga butuh listrik sekarang. Listrik adalah informasi, komunikasi, dan rasa aman. Tanpa itu, warga terputus dari dunia luar,” tegas Kapolres.
Lima Hari Dalam Gelap
Hampir lima hari Anduriang berada dalam kegelapan. Pada malam hari, desa hanya diterangi cahaya seadanya. Warga tak bisa mengisi ponsel, tidak dapat memantau cuaca maupun peringatan dini, bahkan tim penyelamat kesulitan berkoordinasi karena sinyal komunikasi terganggu.
Kesadaran inilah yang membuat tim gabungan memilih jalan paling berat: memanggul tiang satu per satu, menembus gang sempit, kebun warga, dan permukiman yang masih dipenuhi lumpur.
“Perjalanan yang biasanya hanya lima menit dengan kendaraan, kini hampir satu jam. Ini kerja sama nyata. Satu komando,” ujar Kapolres.
Di sepanjang jalur, petugas memastikan tiang tidak jatuh dan tidak membahayakan warga yang menonton dari teras rumah. Napas mereka memburu, wajah tegang, namun fokus tidak pernah lepas.
















