Target 5 ton
Fauzi mengatakan bahwa pengiriman bantuan tidak berhenti pada 700 kg rendang yang diberangkatkan. Ia menyebut bahwa pengiriman bantuan hari ini merupakan pengiriman pertama.
“Masyarakat masih tetap memasak rendang di kantor LKAAM Sumbar untuk dikirim dalam pengiriman berikutnya. Pengiriman bantuan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 5 ton,” ujar Fauzi.
Setibanya di NTT, kata Fauzi, bantuan tersebut akan diterima anggota Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang setempat sebelum dibagikan kepada masyarakat terdampak gempa.
Bukan yang pertama
Fauzi mengatakan bahwa pengiriman rendang untuk membantu korban bencana bukan kali pertama dilakukan masyarakat Sumbar. Sebagai contoh, sekitar 3 ton rendang dikirimkan untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat, pada 2022. Beberapa ton rendang dikirimkan untuk membantu korban gempa di Sulawesi Tengah pada 2025.
“Ini bentuk kebahagiaan dan solidaritas karena kami pernah merasakan bahagianya dibantu saat bencana,” ucap Fauzi.
Fauzi mengatakan bahwa pengiriman bantuan rendang tersebut diinisiasi LKAAM Sumbar bersama Gebu Minang. Ia juga mengharapkan bantuan itu dapat menjangkau masyarakat Minangkabau yang berada di NTT.
Fauzi mengajak masyarakat yang ingin membantu korban bencana di NTT untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Berapa saja mampunya, berapa saja maunya: 1 kg, 2 kg, 100 kg, kita terima melalui LKAAM,” ujarnya.
















