Tim operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan maupun pembatalan penerbangan. Selain itu, pembaruan informasi mengenai penerbangan yang terdampak dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan kondisi.
Gangguan penerbangan tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Erupsi terus menerus teramati sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh atau dentuman serta fenomena lava fountain.
Penyebaran abu vulkanik di ruang udara menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi operasional penerbangan. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.
“Karena itu, masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara dari maupun menuju Pekanbaru diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandara,” ujar Achmad.
Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyatakan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan bandara untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan.
Pengelola bandara juga berharap kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau dapat segera teratasi sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal.











