“Yang di bawah kita siapkan untuk sarana parkir dan taman. Jadi, ada ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung nantinya ke pasar,” kata Fizlan.
Fizlan menegaskan bahwa tidak ada lagi pedagang yang ditempatkan di fasilitas umum tersebut. Pihaknya akan mengajak pedagang di bawah untuk berdagang di Padang Teater.
Pihaknya memilih Padang Teater karena tempat itu memiliki sejarah bagi warga Kota Padang, terutama generasi 1980-an dan 1990-an. Pada masa itu, kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas dengan keberadaan toko buku bekas, barang bekas, pakaian bekas hingga pasar burung.
Selain itu, kata Fizlan, Pemko Padang membuka peluang bagi generasi muda, komunitas, mahasiswa dan pelaku ekonomi kreatif untuk beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kami juga mengajak para generasi muda yang ingin berwirausaha, membuka usaha apakah itu kuliner, ataupun makanan, silakan jadi pedagang. Nanti kita bisa berkolaborasi, baik dalam menyiapkan sarana dan prasarananya ataupun pola yang bisa kita siapkan di sana,” ujar Fizlan.
Menurut Fizlan, kawasan Padang Teater juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat untuk kegiatan seni dan kreativitas.
“Kalau mahasiswa-mahasiswa ingin memiliki sarana latihan, baik itu seni, drama, maupun musik, akan kami siapkan di lokasi Padang Teater,” katanya.
Fizlan mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan konsep tersebut untuk menghidupkan kembali kawasan Padang Teater yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi aktif.


















