Kabarminang – Kasus kejahatan seksual terhadap anak di Padang Pariaman semakin mengkhawatirkan. Dalam tiga bulan terakhir saja polisi telah menetapkan 14 tersangka dari 16 kasus yang dilaporkan. Terbaru, polisi menangkap seorang dukun yang diduga puluhan kali menyetubuhi kemenakan sendiri. Apa penyebab maraknya kekerasan seksual terhadap anak ini?
Psikolog forensik Kasandra Putranto menyebut sejumlah faktor yang membuat seorang menjadi pedofil, seperti merasa berkuasa atas korban, lingkungan yang permisif terhadap kekerasan seksual, trauma masa lalu yang mempengaruhi perilaku pelaku, hukum dan pengawasan keluarga yang lemah.
Menurutnya, berbagai faktor tersebut seringkali terkait satu sama lain. Bahkan tak jarang beberapa komponen menyatu dalam diri pelaku.
“Sering terjadi seorang anak menjadi korban namun ia tidak menyadarinya. Lalu ketika tersadar dan ingin melawan, mereka sudah terjebak dalam ketakutan akibat ancaman pelaku,” kata Kasandra kepada Sumbarkita, Kamis (27/3).
Kasandra kemudian menyampaikan sejumlah cara mencegah kejahatan seksual tersebut. Menurutnya, antisipasi mesti dimulai dari rumah dan sekolah. Edukasi seksual baik oleh orang tua dan guru harus diberikan sejak dini. Anak-anak harus memahami batasan tubuh mereka, mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, termasuk oleh anggota kelurga sendiri.
Kemudian, masyarakat juga harus lebih waspada terhadap perilaku mencurigakan di lingkungan sekitar. Pengawasan ketat dan keberanian untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual menjadi langkah penting.
Tak hanya itu, pihak terkait harus berani menerapkan hukuman maksimal untuk memberi efek jera.
“Hukuman harus lebih berat, tanpa celah impunitas. Dan yang tak kalah penting, korban harus mendapatkan terapi psikologis jangka panjang agar bisa pulih dari trauma,” pungkasnya.