Ia menyebut, tumbuhan langka itu tumbuh di hutan hujan tropis dengan ketinggian sekitar 200 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut dan tersebar di sejumlah wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Selain itu, Rhizanthes lowii juga ditemukan di Kalimantan dan Semenanjung Malaysia.
Di Sumatera Barat, keberadaan Rhizanthes sebelumnya tercatat di Cagar Alam Batang Palupuh, Kabupaten Agam, dan Taman Nasional Kerinci Seblat di wilayah Solok Selatan.
“Di Kabupaten Agam, keberadaan Rhizanthes pertama kali dilaporkan kepada BKSDA pada 2018 di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, penemuan di Cagar Alam Maninjau tersebut menjadi temuan keempat Rhizanthes yang tercatat di Kabupaten Agam,” ujarnya.
Ia mengatakan, BKSDA akan terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap populasi Rhizanthes lowii beserta habitatnya.
“Rhizanthes lowii belum termasuk tumbuhan yang berstatus dilindungi. Meski demikian, keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan hayati Indonesia yang perlu dijaga,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat yang menemukan tumbuhan tersebut agar tidak merusak, mengganggu, apalagi memusnahkannya.
“Apabila ditemukan, kami mengimbau warga untuk menjaganya sebagai salah satu kekayaan hayati Indonesia,” imbuhnya.

















