Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan menggelar event pacu kuda pada 28–29 Maret 2026 di Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Perhelatan budaya dan olahraga tradisional ini diprediksi akan menarik puluhan ribu penonton dari berbagai daerah.
Pacu kuda tersebut tidak hanya menghadirkan adu cepat ratusan kuda pacu, tetapi juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Minangkabau yang akan memeriahkan suasana Lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengatakan event pacu kuda tahun ini diperkirakan akan menyedot sekitar 30 hingga 50 ribu penonton selama dua hari pelaksanaan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari warga yang berada di kampung halaman, tetapi juga para perantau yang pulang saat momen Idulfitri.
“Tahun ini tercatat sekitar 122 ekor kuda yang akan berlaga dalam 25 race atau pertandingan dari berbagai kelas dan kategori,” kata Anton.
Ia menjelaskan, setiap kelas perlombaan akan memperebutkan Piala Bupati Padang Pariaman dengan total hadiah yang disiapkan mencapai Rp285 juta.
“Setiap race akan mempertandingkan kelas dan kategori yang berbeda. Para pemenang akan memperebutkan piala dari Bupati Padang Pariaman dengan total hadiah sekitar Rp285 juta,” ujarnya.
Anton menambahkan bahwa arena pacu kuda di Nagari Balah Aia termasuk salah satu lapangan terbaik yang ada di Sumatera Barat.
“Lapangan pacu kuda yang kita miliki ini termasuk salah satu yang terbaik di Sumatera Barat. Karena itu kita berharap event ini bisa menjadi agenda besar yang menarik perhatian masyarakat luas,” katanya.
Selain pacuan kuda, rangkaian kegiatan juga akan diawali dengan alek nagari yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya pacu kuda, tetapi juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya Minangkabau. Jadi masyarakat yang datang tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga menikmati kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Ia berharap event tersebut dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Dengan jumlah penonton yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.















