Kabarminang — Dunia sedang dihebohkan dengan kemunculan Virus Nipah di India. Virus ini berpotensi sangat mematikan dengan tingkat fatalitas mencapai 75 persen, termasuk melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis dengan angka kematian tinggi dan dapat menimbulkan gangguan pernapasan hingga radang otak (ensefalitis). Penularannya bisa terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui buah atau makanan yang terkena air liur maupun urine kelelawar, yang menjadi reservoir alami virus ini.
Diketahui, meski saat ini muncul di India, untuk Indonesia hingga berita ini diturunkan belum ditemukan kasusnya. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan mengenali gejala-gejalanya.
Berikut Sumbarkita rangkum gejala virus Nipah yang disadur dari Aladokter.
Gejala Virus Nipah
Rentang waktu munculnya gejala setelah terpapar virus Nipah (masa inkubasi) berkisar antara 4–14 hari. Gejala awal infeksi virus ini sering mirip dengan flu biasa. Seiring berlanjutnya infeksi, gejala yang lebih berat dapat muncul akibat peradangan dan pembengkakan otak (ensefalitis), yang dalam beberapa kasus berpotensi menyebabkan kematian. Adapun gejalanya:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sulit bernapas
- Diare
- Gejala Lanjutan
Jika infeksi berlanjut, akan muncul gejala yang berat yakni radang otak yang cepat memburuk, biasanya dalam 24–48 jam. Berikut ini adalah beberapa gejala yang terjadi di fase radang otak:
- Mengantuk berlebihan
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Kejang
- Koma
Apabila mengalami gejala di atas, masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis.
















