Budiman mengatakan bahwa korban kemudian dibawa ke RSUD Tuanku Imam Bonjol. Namun, setelah tiba di rumah sakit itu, katanya, korban tidak langsung mendapat penanganan di IGD, tetapi diarahkan ke poliklinik anak.
Perihal G, Budiman menegaskan pria tersebut belum dapat dipastikan sebagai pelaku. Ia menyebut bahwa polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan keterlibatannya dan mendalami kronologi lengkap kejadian.
“Untuk yang bersangkutan ini masih diduga. Kita serahkan kepada polisi untuk memastikan apakah benar dia pelakunya atau bukan,” ujarnya.
Belum menikah
Seorang warga setempat bernama Roni (24 tahun) membeberkan latar belakang kehidupan terduga pelaku G yang merupakan tukang ojek. Ia menceritakan bahwa G berusia 45 tahun dan belum menikah.
”Tetangga menyuruhnya menikah, tapi dia selalu menolak dengan alasan tidak mampu secara ekonomi,” ujar Roni kepada Sumbarkita pada Rabu (12/8/2026).
Roni juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku membuang tubuh korban ke dalam kolam ikan setelah mencabuli bocah perempuan itu di sekitar lokasi kejadian. Ia menyebut bahwa korban diselamatkan oleh warga yang melihat korban dilempar ke dalam kolam.
Roni mengungkapkan bahwa terduga pelaku bersembunyi di dalam rumahnya di kompleks SMA Yayasan Pasaman, yang terletak di belakang Pasar Rao, sebelum akhirnya diamankan oleh polisi.
”Pelaku keluar rumah memakai helm karena takut babak belur. Dia sebenarnya hampir diamuk massa dan sudah terkena beberapa tonjokan warga sebelum akhirnya dibawa polisi,” tutur Roni.
















