Untuk membuka kantor wali nagari tersebut, kata Andi, besok ia akan memanggil wali nagari dan tokoh-tokoh masyarakat yang menyegel kantor tersebut untuk memediasi kedua pihak. Ia juga akan melibatkan Polsek Bayang dalam mediasi tersebut.
Perihal isu kurang tampil dalam bencana itu, Dariasman mengatakan bahwa hal itu tidak benar karena saat banjir beberapa waktu yang lalu ia aktif di lapangan.
“Apakah saya harus berguling-guling di Tengah lumpur dan banjir baru dianggap tampil di lapangan? Satu-satunya nagari di Bayang yang membuat dapur umum setelah banjir melanda hanya Nagari Kapelgam Koto Berapak. Itu inisiatif pemerintah nagari. Kurang tampil apa lagi saya?” katanya.
















