Kabarminang — Wali Kota Padang, Fadly Amran, meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kamis (29/1/2026).
Sebanyak 10 unit Huntap dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. Pembangunan ini merupakan peningkatan dari Hunian Sementara Sehat dan Layak (HUNSELA) yang sebelumnya ditempati warga Kaum Suku Tanjuang, penyintas banjir bandang di kawasan Pangka Jembatan Batu Busuk, RT 03 RW 04.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat Buchari Bachter, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua IJTI Pengda Sumbar Defri Mulyadi, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Fadly mengatakan, penyediaan hunian layak bagi warga terdampak bencana menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Padang dalam agenda pemulihan pascabencana. Menurutnya, upaya pemulihan tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak, mulai dari Kadin, para donatur, hingga ninik mamak Suku Tanjuang yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Huntap ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Fadly Amran.
Ia juga mengungkapkan, Pemko Padang saat ini tengah menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap yang direncanakan tersebar di Balai Gadang, Simpang Haru, dan Lambung Bukit. Usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, pembangunan Huntap ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi serta sejumlah donatur lainnya. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita tentu berharap seluruh warga terdampak bencana dapat tertangani secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar, Buchari Bachter, mengatakan pembangunan Huntap di Kampung Talang merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap wilayah terdampak bencana.
Ia menjelaskan, proyek ini mengusung skema kolaborasi antara Kadin, PT Semen Padang, dan Universitas Andalas, sekaligus melibatkan pengusaha lokal agar perputaran ekonomi tetap berjalan di kawasan terdampak.
“Pembangunan Huntap ini menggunakan teknologi Sepa Block produksi PT Semen Padang yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dengan target penyelesaian sekitar 30 hari. Ini merupakan proyek percontohan pertama di Sumatera,” jelas Buchari.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyatakan, pihaknya mendukung penuh pembangunan Huntap melalui penyediaan material, termasuk produk inovatif Sepa Block yang dirancang ramah gempa dan sesuai diterapkan di wilayah rawan bencana.















