Dalam pertemuan tersebut disepakati dilakukan pendataan tahap kedua bagi warga yang sebelumnya belum menerima bantuan. Pendataan akan mengacu pada kriteria dan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah berharap pendataan lanjutan dapat memastikan seluruh warga terdampak yang memenuhi kriteria terverifikasi dan memperoleh bantuan sesuai ketentuan.
Video Keributan Beredar di Media Sosial
Sebelumnya, video yang memperlihatkan keributan di Kantor Lurah Gunung Sarik beredar di media sosial pada Selasa (11/8/2026).
Dalam video tersebut, sejumlah warga terlihat berada di sekitar kantor kelurahan. Suasana kemudian memanas hingga terjadi keributan yang diduga berkaitan dengan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.
Dalam keterangan yang menyertai video, disebutkan bantuan senilai Rp2 juta dipersoalkan warga karena dinilai tidak tepat sasaran.
“Ricuh bantuan banjir 2 juta yang tidak kanai banjir dapek, nan kanai banjir sampai leher indak,” demikian keterangan yang menyertai video tersebut.
Warga mempersoalkan adanya penerima bantuan yang disebut tidak terdampak banjir, sementara warga yang mengalami banjir hingga setinggi leher justru disebut belum menerima bantuan.
Dengan adanya pendataan tahap kedua, pemerintah berharap persoalan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Gunung Sarik dapat diselesaikan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.
















