Dalam video yang beredar, tampak beberapa pria berada di sekitar kendaraan berpelat polisi dengan nomor kendaraan yang diawali angka 9. Salah seorang pria terdengar memanggil pengemudi tersebut dengan mengatakan, “Sini, sini.”
Sementara itu, pengemudi terdengar berulang kali mengucapkan, “Maaf pak, maaf pak.” Video juga memperlihatkan adanya aksi tarik-menarik antara pengemudi dengan salah seorang pria. Dugaan pemukulan tidak tampak secara jelas dalam rekaman video yang beredar.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan Kapolda Sumbar telah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menyelidiki kejadian tersebut.
“Termasuk bagaimana kronologi yang sebenarnya,” kata Susmelawati.
Ia menyampaikan Kapolda juga menegaskan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bapak Kapolda juga kembali menegaskan bahwa tidak ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran yang akan luput dari sanksi. Siapa pun orangnya, apa pun pangkatnya, apabila terbukti melakukan pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan dan tidak ada yang luput dari sanksi,” ujarnya.
Susmelawati menambahkan, untuk sementara Polda Sumbar belum menyampaikan keterangan lebih lanjut karena proses penyelidikan masih berlangsung. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat masih dilakukan guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang viral tersebut.














