Kabarminang – Video seorang pria bersimbah darah di depan sebuah rumah di Kota Batam, Kepulauan Riau, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria terluka parah sambil menelepon seseorang, sementara satu korban lainnya tergeletak di dalam rumah.
Belakangan diketahui peristiwa itu merupakan kasus pembunuhan hubungan sejenis yang terjadi di Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Selasa (10/3/2026).
Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Anggoro Wicaksono, mengatakan peristiwa tersebut bermula dari aksi penyerangan yang dilakukan seorang pria berinisial MY (31) terhadap mantan kekasihnya, AS (22), dan seorang pria lain berinisial AB.
“Motifnya karena cemburu. Tersangka sakit hati setelah mengetahui korban memiliki pasangan baru,” kata Anggoro dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3).
Dalam video yang beredar, terlihat AB berdiri di depan rumah dalam kondisi berlumuran darah sambil menelepon seseorang. Sementara AS ditemukan tergeletak di dalam kamar rumah tersebut.
Polisi menyebut MY sebelumnya telah merencanakan aksinya sejak pagi hari dengan mengikuti aktivitas korban. Sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka sempat berniat menyerang korban saat berada di sebuah minimarket di kawasan Batu Besar. Namun rencana tersebut diurungkan karena kondisi lokasi yang ramai.
Tersangka kemudian melacak lokasi korban menggunakan fitur berbagi lokasi (share location) yang pernah dikirimkan korban melalui aplikasi WhatsApp. Titik lokasi itu mengarah ke rumah di Perumahan Family Dream.
Sesampainya di lokasi, tersangka mengambil sebatang kayu berpaku serta sebuah batu besar. Saat masuk ke dalam rumah, ia melihat korban AS sedang berpelukan dengan AB, yang disebut sebagai pasangan baru korban.
















