Kenedi menyebut guru pria dalam video tersebut berinisial DD, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sekaligus pelatih baris-berbaris. Sementara guru perempuan berinisial N merupakan guru kelas.
Menurut Kenedi, kejadian berlangsung setelah kegiatan senam bersama dan pelepasan peserta Jamnas di Kantor Camat Bayang. Setelah kegiatan tersebut, para siswa kembali ke ruang kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.
Kenedi kemudian meninggalkan sekolah menuju Kantor Camat Bayang untuk menghadiri rapat. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia mendapat telepon dari N yang menanyakan keberadaannya.
N kemudian menyusul Kenedi ke Kantor Camat Bayang dalam kondisi menangis dan melaporkan bahwa dirinya baru saja dibentak dengan bahasa kasar oleh D.
“Ibu N datang menemui saya sambil menangis dan mengaku dibentak oleh Pak DD tanpa alasan yang jelas di dalam kelas,” ujar Kenedi kepada Sumbarkita pada Selasa (11/8/2026).
Kenedi mengatakan N merasa bingung dengan sikap D. Atas kejadian tersebut, N disebut sempat menyatakan enggan kembali mengajar dan mengajukan permohonan pindah tugas.
Kenedi kemudian meminta N kembali ke sekolah agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara internal. Ia lalu memanggil D ke ruang kepala sekolah. Saat dipanggil, D sedang berada di lapangan sekolah untuk melatih siswa dalam persiapan lomba baris-berbaris.
Kepada Kenedi, D menjelaskan bahwa dirinya mendatangi N karena merasa dicueki selama sekitar dua minggu terakhir setiap kali mereka berpapasan.
















