Sementara itu, kata IW, pihaknya melaporkan hal itu kepada komite sekolah. Ia mengatakan bahwa komite sekolah lalu membawa siswi itu ke tempat praktik bidan.
“Bidan memperkirakan usia kehamilan siswi itu sekitar tujuh bulan. Waktu itu belum dilihat dengan USG,” ujar IW.
IW menambahkan bahwa siswi itu sudah selesai menjalani ujian kelas 3 semester 1. Ia menyebut bahwa siswi tersebut tamat sekolah Juni nanti jika melanjutkan sekolah.
Sementara itu, BK (25 tahun), kakak siswi itu, mengatakan bahwa korban tahu bahwa ia hamil, tetapi tidak melaporkannya kepada orang tua karena takut dimarahi. Namun, sebelum korban diketahui hamil oleh guru, kata BK, ada kerabatnya yang mencurigai bahwa korban hamil, tetapi kerabat tersebut tidak berani mengatakan hal itu kepada orang tua korban karena segan.
Setelah korban diketahui hamil, kata BK, guru mengantarkan soal ujian ke rumah orang tua agar korban dapat melanjutkan sekolah.
BK mengatakan bahwa korban sudah melahirkan di Puskesmas Air Haji pada Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 WIB. Ia menyebut bahwa bayi korban berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,5 kilogram
“Korban melahirkan secara normal. Kondisi korban dan bayinya sehat,” ujar BK kepada Sumbarkita pada Senin (2/2/2026).
BK mengatakan bahwa usia kandungan korban saat melahirkan di atas sembilan bulan.
















