Kabarminang – Sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat (Sumbar), Taufiqur Rahman tidak pernah menceritakan alasannya bergabung dengan partai itu. Kini ia membeberkan alasannya bergabung dengan PSI setelah ia tidak lagi memimpin partai tersebut.
Taufiq mengatakan bahwa ia tertarik untuk bergabung dengan PSI karena berteman dengan banyak tokoh dan kader PSI. Kalau ke Jakarta, ia mengaku berjumpa dengan tokoh PSI, seperti Raihan Ariatama (mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam), Riyan Betra (Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), dan Abdul Musawir (mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).
Selain itu, ketika Taufiq menjadi caleg DPRD Sumbar dapil 4 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), banyak kader PSI Sumbar yang membantunya. Ia menyebut bantuan itu bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk sumber daya manusia.
“Banyak kader PSI yang turun ke lapangan membantu saya untuk membagikan spanduk dan brosur. Bantuan itu tanpa imbalan. Mereka ikhlas membantu saya,” ujar Taufiq kepada Sumbarkita pada Minggu (1/2/2026).
Karena senang berteman dengan tokoh dan kader PSI, kata Taufik, ia tertarik untuk bergabung dengan PSI.
Taufik membantah bahwa ia bergabung dengan PSI karena tidak mendapatkan tempat di DPW PKS Sumbar. Ia menyampaikan bahwa ia ditawari tempat yang bagus di partai berbasis Islam tersebut, tetapi ia tidak menerimanya.
Sekitar seminggu yang lalu masa jabatan Taufiq sebagai Plt. Ketua DPW PSI Sumbar berakhir. Ia menjelaskan bahwa masa jabatan plt. ketua ialah tiga bulan. Ia ditunjuk sebagai Plt. Ketua DPW PSI Sumbar pada 15 Oktober 2025 dalam konsolidasi DPP PSI di Jakarta.
Karena itu, Taufiq membantah bahwa ia mengundurkan diri sebagai plt. ketua.
Kini Taufiq berstatus sebagai kader biasa di PSI. Meski tidak memiliki jabatan di PSI, ia menyatakan bahwa ia tidak akan kembali ke PKS. Namun, ia mengaku bahwa hubungannya dengan orang-orang PKS di Sumbar tetap baik.
Ketika ditunjuk sebagai Plt. Ketua DPW PSI Sumbar, Taufiq menceritakan bahwa ia ditugasi oleh DPP PSI untuk mencari dan menyiapkan tokoh yang cocok untuk memimpin DPW PSI Sumbar. Selain itu, katanya, ia ditugasi untuk membenahi kepengurusan DPD PSI di kabupaten dan kota di Sumbar.
Perihal pemimpin DPW PSI Sumbar, Taufiq mengatakan bahwa calon pemimpinnya sudah ada. Namun, ia masih merahasiakan namanya.
“Tunggu saja tanggal mainnya,” ujar anak Gubernur Sumbar, Mahyeldi, tersebut.
Sementara itu, mengenai kepengurusan DPD PSI di kabupaten dan kota di Sumbar, Taufiq menerangkan bahwa kepengurusannya belum sempurna walau sudah banyak kepengurusan DPD yang sudah terbentuk.
Posisi Taufiq sebagai Plt. Ketua DPW PSI Sumbar digantikan oleh Raihan Ariatama, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PSI. Raihan mengatakan bahwa ia ditunjuk oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, untuk menjadi Plt. Ketua DPW PSI Sumbar melalui surat keterangan tertanggal 12 Januari 2026.
“DPP PSI mengarahkan saya untuk fokus membentuk struktur (DPW PSI Sumbar),” ujar Raihan kepada Sumbarkita pada Minggu (1/2/2026).
Sebelum masuk PSI, Taufiq merupakan kader PKS. Pada Pileg 2024 ia menjadi caleg untuk DPRD Sumbar Dapil 4 dari PKS. Karena perolehan suaranya tidak cukup, ia tidak dapat menduduki kursi DPRD provinsi.
Sementara itu, ayah Taufiq, Mahyeldi, dikenal sebagai salah satu pendiri PKS Sumbar, ketika partai itu masih bernama Partai Keadilan. Mahyeldi kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sumbar. Sebelumnya, ia merupakan Ketua DPW PKS Sumbar. Adapun pada pemerintahan ia menjabat sebagai Gubernur Sumbar.
















