Kabarminang – Kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Jalan Raya Padang–Bukittinggi, kawasan Kelok Pinyaram, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang pengendara sepeda motor mengalami luka berat hingga kaki kirinya putus akibat tabrakan dengan mobil yang sedang menyalip.
Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Calya BA 1758 QL dan sepeda motor Honda Beat BA 3734 LC. Korban diketahui bernama Farid Farman Siallagan, seorang mahasiswa asal Birugo Indah, Bukittinggi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Rudi Purnama, menjelaskan kecelakaan bermula saat mobil Toyota Calya yang dikemudikan Rifki Ramadhan Doza, mahasiswa asal Lubuk Begalung, Kota Padang, melaju dari arah Padang menuju Bukittinggi.
“Sesampainya di tempat kejadian, pengemudi mobil mendahului kendaraan di depannya,” ujarnya.
Namun, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikendarai korban. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras terjadi di badan jalan kawasan kelok tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka berat berupa putus kaki sebelah kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Padang Pariaman untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, pengemudi mobil tidak mengalami luka. Namun, kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan pada bagian depan, bemper, serta fender kiri.
Sepeda motor korban juga mengalami kerusakan parah pada bagian body depan akibat benturan keras.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Petugas masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan petunjuk di lokasi kejadian,” kata Rudi.
Pihak kepolisian mengingatkan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat mendahului kendaraan di jalur dua arah yang rawan kecelakaan seperti kawasan kelok.
“Utamakan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan kondisi aman sebelum mendahului,” imbaunya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk selalu waspada, terutama di jalur berkelok dan padat seperti ruas Padang–Bukittinggi.
















