Kabarminang – Fenomena sinkhole atau lubang ambles di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak hanya menarik perhatian warga dari berbagai daerah, tetapi juga memunculkan inisiatif pengelolaan sumbangan bagi pemilik sawah yang terdampak.
Wali Jorong Tepi, Salmi, mengatakan bahwa meski kondisi sinkhole hingga kini masih belum stabil dan rawan runtuhan, jumlah pengunjung yang datang justru terus meningkat. Pengunjung berasal dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Padang, Pekanbaru, dan wilayah lainnya.
Seiring ramainya kunjungan, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga meningkat. Sejumlah pedagang terlihat berjualan di tepi jalan sekitar kawasan sinkhole. Namun, keberadaan pedagang sempat memicu kemacetan akses jalan setempat.
Salmi mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mencoba melarang aktivitas berjualan di tepi jalan sekitar lokasi.
“Pelarangan itu tidak didengar sama sekali oleh para pedagang. Kedatangan para pengunjung atau pedagang itu tidak menentu mulai dari pagi sampai sore itu puncak paling banyaknya,” ujar Salmi kepada Sumbarkita, Kamis (8/1/2026).
Kondisi tersebut mendorong warga dan perangkat jorong setempat untuk melakukan pengelolaan kunjungan secara mandiri. Di lokasi sinkhole disediakan kotak sumbangan bagi pengunjung, serta sumbangan parkir dan kontribusi dari pedagang yang berjualan di sekitar area tersebut.
Salmi menegaskan bahwa seluruh sumbangan bersifat sukarela. Tidak ada penetapan nominal dan tidak ada unsur paksaan, baik kepada pengunjung maupun pedagang.
Semua sumbangan disalurkan kepada pemilik sawah yang terdampak langsung oleh sinkhole, termasuk pemilik lahan di sekitar lokasi yang ikut terdampak akibat aktivitas pengunjung, seperti tanaman terinjak atau pembatang sawah yang runtuh.















