Selepas salat Isya, kata Yamil, ia melaporkan ayahnya tersebut ke Polres Pasaman Barat. Menurutnya, pembacokan tersebut merupakan penganiayaan berat yang sudah direncanakan oleh pelaku sebab pelaku membawa parang ke rumah tersebut. Ia berharap pelaku, yang kini kabur, cepat ditangkap oleh polisi.
Sementara itu, kata Yamil, korban sedang dioperasi RSI Ibnu Sina Simpang Empat. Ia menyebut bahwa kepala korban harus dioperasi karena lukanya parah. Selain kepala korban, kata Yamil, tidak ada bagian tubuh korban yang terluka.
















