Kabarminang — Seorang suami di Pasaman Barat membacok istrinya menjelang berbuka puasa. Peristiwa itu terjadi di rumah korban, Jalan KKN, Jorong Kampung Pasir, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, pada Jumat (6/3/2026).
Yamil Fauzi Nasution (25 tahun), anak dari korban, mengatakan bahwa pelaku bernama Adri Surianto (48 tahun), pedagang, sedangkan korban bernama Erlina (43 tahun). Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya sudah pisah rumah sekitar enam bulan, tetapi belum bercerai di pengadilan. Ia menyebut bahwa pelaku tinggal di Jorong Batang Haluan, Lingkuang Aua, sedangkan korban tinggal di Jorong Kampung Pasir bersama tiga anaknya, yaitu Yamil, anak perempuan kelas 3 SMA, dan anak perempuan kelas 9 SMP.
Perihal pembacokan tersebut, Yamil menceritakan bahwa pada pukul 18.00 WIB lewat pelaku tiba di rumah korban dengan membawa sebilah parang. Saat itu korban tidak berada di rumah. Di dalam rumah, pelaku mengambil dandang, tetapi dilarang oleh Yamil karena barang tersebut pembelian ibunya. Pelaku lalu meletakkan kembali dandang tersebut. Setelah itu, pelaku mengambil alat untuk mengecas aki. Yamil membiarkan pelaku mengambil benda itu.
Saat pelaku keluar dari rumah, kata Yamil, datang korban. Korban lalu masuk ke dalam rumah, kemudian diikuti oleh pelaku. Pelaku lalu kembali keluar rumah, lantas dikejar oleh pelaku. Setibanya di teras rumah, korban dibacok oleh pelaku dengan parang tanpa didahului cekcok di antara keduanya.
“Pelaku merencanakan aksinya karena dia membawa parang,” ujar Yamil kepada Kabarminang.com pada Sabtu (7/3/2026).
Saat pembacokan terjadi, Yamil berada di dalam rumah. Karena mendengar suara ribut-ribut di luar rumah, ia keluar rumah dan melihat ibunya terkapar di teras dalam kondisi kepala mengeluarkan darah. Sementara itu, ia menghantam pelaku hingga tumbang dan parang yang dipegangnya terlepas dari tangan. Ia kemudian menindih dan memegang pelaku agar tidak kabur. Namun, pelaku berhasil melepaskan diri, lalu kabur.
“Saya mengejar pelaku, sedangkan kedua adik saya membawa ibu ke RSI Ibnu Sina Yarsi di Simpang Empat dengan petugas klinik kesehatan menggunakan mobil klinik,” ucap Yamil.
Setelah sempat mengejar pelaku, kata Yamil, ia dilarang oleh warga melanjutkan pengejaran karena takut terjadi apa-apa sebab pelaku membawa sebilah pisau.
















