Menurutnya, penerapan tersebut bertujuan agar mahasiswa semakin familiar dengan kosakata, pembentukan kalimat, serta penggunaan bahasa asing secara kontekstual dalam berbagai situasi akademik.
Selain itu, Yohanes menjelaskan bahwa pada semester satu hingga empat mahasiswa difokuskan pada penguatan keterampilan bahasa dan mata kuliah umum seperti agama dan kewirausahaan.
“Mulai semester lima, mahasiswa masuk ke dua arus utama atau mainstream yang berbeda, yaitu Sastra dan Linguistik. Mahasiswa diminta fokus memilih salah satu sesuai minat dan kompetensi yang ingin dikembangkan,” ujarnya.
halaman 2 dari 2
















