“Sekarang pelaku itu sudah kabur dan tidak diketahui di mana keberadaannya,” ujarnya.
Keluarga juga menyebut terlapor sempat mengakui kesalahannya setelah peristiwa tersebut diketahui pihak sekolah. Namun demikian, proses hukum tetap diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Di sisi lain, korban disebut mengalami trauma berat, terlebih setelah kasus tersebut beredar di media sosial. Korban sempat menghadapi pertanyaan dari sejumlah pihak dan mengalami perundungan dari teman sekolah.
“Korban mengalami trauma berat dan sempat tidak ingin bersekolah lagi,” ujarnya.
Meski begitu, keluarga terus memberikan dukungan agar korban tetap melanjutkan pendidikan. Pihak keluarga juga telah meminta sekolah untuk menjaga kondisi psikologis korban serta mencegah terjadinya perundungan.
Saat ini, korban telah kembali bersekolah meski masih dalam kondisi trauma dan ketakutan. Keluarga berharap pihak kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan menangkap terlapor agar korban mendapatkan keadilan













