Rita berharap SB mendapatkan keterampilan menjahit setelah selesai mengikut pelatihan tersebut. Dengan keterampilan menjahit, katanya, SB dapat bekerja sebagai penjahit atau membuka tempat usaha menjahit.
Sementara itu, bayi laki-laki SB, kata Rita, diadopsi oleh tenaga kesehatan asal Bukittinggi yang bekerja di Jakarta. Ia menyebut bahwa tenaga kesehatan itu tidak memiliki anak setelah 13 tahun menikah. Saat kasus persetubuhan itu terungkap pada Desember 2025, anak SB berusia 45 hari.
Perihal anak SN dan SB diadopsi oleh orang lain, Rita menjelaskan bahwa orang tua kedua perempuan itu meminta kepada Dinas Sosial Pasaman Barat untuk mencarikan pengadopsi kedua bayi tersebut. Alasannya, kata Rita, keluarga mereka tidak mampu untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kedua bayi tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang pemuda di Jorong Pasar Dua Suak, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Pasaman Barat, menghamili dua adik kandungnya. Hal itu terungkap setelah kedua korban mengaku di kantor polisi sesudah rumah keluarga mereka digeruduk massa.
Kepala Jorong Pasar Dua Suak, Edy Syofyan, mengatakan bahwa pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 12.30 WIB puluhan warga mendatangi rumah sebuah keluarga yang baru tinggal di sana sekitar dua bulan. Ia menyebut bahwa keluarga itu terdiri atas ayah, ibu, anak laki-laki usia 21 tahun, dua anak perempuan, serta seorang bayi umur 45 hari.
“Warga mendapatkan berita buruk bahwa telah terjadi kawin sedarah di rumah itu, apalagi warga mendengar tangisan bayi dari dalam rumah, dan anak perempuan yang masih remaja itu sedang hamil. Awalnya, yang tertuduh sebagai pelaku ayahnya, tetapi ternyata bukan ayahnya. Warga resah dengan keberadaan keluarga tersebut dan ingin keluarga itu pergi dari sana,” ujar Edy kepada Kabarminang.com pada Kamis (11/12/2025).
Edy menceritakan bahwa keluarga tersebut sebelumnya tinggal selama bertahun-tahun di Jorong Silawai, Air Bangis. Ia menyebut keluarga itu pendatang dari Medan.
“Keluarga itu tertutup, jarang berkomunikasi dengan warga,” ucap Edy.















