Kabarminang — Seorang pria di Kampung Lapau Macang Tebing Tinggi, Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, tewas tergantung dalam kamarnya pada Senin (5/1) siang.
Wali Nagari Koto VIII Pelangai, Syafridul, mengatakan bahwa pria tersebut bernama Zainal (59). Ia menyebut bahwa Zainal ditemukan oleh istrinya, Epis (53), pukul 11.30 WIB tergantung dengan kain panjang yang diikatkan di balok kayu di bagian atas kamar.
Syafridul menceritakan bahwa Zainal bunuh diri saat istrinya pergi ke kantor wali nagari untuk mengurus perbaikan kartu keluarga. Setelah tiba di rumah, sang istri menemukan bahwa pintu depan rumah tidak bisa dibuka, kemudian diketahui dikunci dari dalam. Ia lalu mencari suaminya ke kamar dengan menengok ke jendela kamar, lantas melihat Zainal tergantung dalam keadaan tidak bergerak.
“Istrinya lalu masuk lewat jendela kamar yang terbuka, kemudian memberitahukan orang-orang tentang kejadian itu,” ujar Syafridul kepada Kabarminang.com.
Tak lama kemudian, kata Syafridul, Kepala Polsek Ranah Pesisir dan petugas puskesmas datang ke rumah tersebut. Menurut tenaga medis, kata Syafridul, Zainal sudah meninggal dunia.
“Keluarga Pak Zainal menyampaikan kepada kapolsek dan petugas puskesmas bahwa jenazah tidak dibawa ke puskesmas, tetapi diperiksa di rumah itu saja. Kapolsek dan petugas puskesmas menyetujui keinginan keluarga. Setelah jenazah diperiksa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah. Keluarga sudah menerima kematian Pak Zainal,” tutur Syafridul.
Perihal penyebab Zainal gantung diri, Syafridul mengatakan bahwa berdasarkan cerita istri, Zainal sudah dua tahun sakit asam lambung dan tidak bekerja. Sebelum sakit, Zainal merupakan tukang bangunan. Sakit terbut membuat Zainal tidak mau bertemu dengan orang lain.
“Kalau ada orang yang menjenguknya, dia menyuruh orang itu untuk pergi dari rumahnya. Jadi, dia terindikasi stres karena sakit asam lambung, yang diduga menjadi penyebab dia bunuh diri,” ucap Syafridul.















