Ia melanjutkan, dari keseluruhan warga terdampak tersebut, terdapat 24 orang yang masuk dalam kelompok rentan, yakni 8 lansia, 2 bayi, 13 balita, serta 1 orang hamil.
Diberitakan sebelumnya, Relawan PMI Kabupaten Solok, Mu’amar Aziz, mengatakan banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore. Ia menyebut material banjir bandang bersumber dari kawasan hulu Sungai Batang Laso hingga memicu longsor di kawasan perbukitan.
“Hujan yang mengguyur sejak sore membuat aliran sungai mengalami kenaikan. Kemudian terjadi longsor di bukit belakang kawasan Kantor Bupati yang membawa pasir bercampur batu, lumpur, dan air,” ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan data sementara, ada empat orang yang terluka, yakni Muslihat (54), warga Kediri; Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk; Yurnalis (45), ASN PPPK paruh waktu di Bapenda Kabupaten Solok; dan Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok.
“Untuk Muhammad Nur Zen dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang, sementara tiga lainnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Arosuka Kabupaten Solok,” tuturnya.
Ia menyebut data sementara menunjukkan 100 rumah dan 10 gedung perkantoran turut terdampak. Bangunan tersebut yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM Kabupaten Solok.
“Timbunan material di kantor-kantor tersebut berkisar 20 hingga 60 sentimeter. Selain bangunan, ada juga beberapa kendaraan dinas yang terdampak,” ujarnya.



















