Kabarminang — Empat toko di Batang Haluan, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat, terbakar pada Kamis (19/3/2026) pagi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Pasaman Barat, Saripin, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pukul 08.14 WIB.
Dari video yang beredar di media sosial terlihat api membara dan asap hitam membubung tinggi di empat bangunan tersebut.
Sebelum armada damkar tiba di sana, warga setempat bahu-membahu memadamkan kebakaran dengan peralatan seadanya. Namun, usaha tersebut tampaknya tidak berdampak signifikan karena api terlalu besar untuk dipadamkan dengan siraman air seember demi seember.
Setelah menerima laporan itu, kata Saripin, pihaknya menerjunkan satu mobil Pos Damkar Simpang Empat dan lima personel ke lokasi pukul 8.15 WIB.
“Setelah bekerja sekitar setengah jam, armada berhasil memadamkan api,” ujar Saripin.
Setengah jam setelah kebakaran terjadi, kata Saripin, datang satu mobil Pos Damkar Kinali dan enam personel ke lokasi untuk membantu pendinginan.
Setelah bekerja keras sekitar dua jam, kata Saripin, armadanya selesai menangani kebakaran tersebut pukul 10.00 WIB.
Saripin menginformasikan bahwa keempat toko yang terbakar itu merupakan bangunan semi permanen milik Wahyuna (59 tahun), guru. Ia menyebut bahwa toko itu disewa oleh empat pedagang, yayait Fitri (29 tahun), pemilik toko baju; Ika (33 tahun), pemilik konter dan BRILink; Indah (31 tahun), pemilik toko jilbab; Eno (32 tahun), pemiliki toko jus.
“Kerugian materiel akibat kebakaran tersebut sekitar Rp150 juta, sedangkan kerugia isi toko kurang lebih Rp137 juta,” ucap Saripin.
Perihal penyebab kebakaran, Saripin mengatakan bahwa menurut keterangan warga sekitar, api berasal dari kulkas di toko konter dan BRILink, yang diduga muncul akibat korsleting listrik. Meski demikian, katanya, penyebab pasti kebakaran sedang diselidiki kepolisian.















