Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menyiapkan berbagai langkah untuk menyambut arus mudik sekaligus perayaan Lebaran 2026. Persiapan tersebut mencakup penataan kawasan Pasar Pusat, pemantauan harga kebutuhan pokok, hingga rekayasa lalu lintas guna memastikan aktivitas masyarakat tetap lancar.
“Salah satu fokus utama kita adalah penataan kawasan Pasar Pusat agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung,” kata Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, saat menjadi narasumber dalam program Padang TV pada Selasa (10/3/2026).
Menurut Hendri, penataan pasar dilakukan dengan menertibkan parkir liar serta pedagang musiman nonkuliner yang sebelumnya berjualan di badan jalan sehingga mengganggu akses menuju kawasan pasar.
“Kita mengimbau pedagang musiman agar tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan. Kita arahkan mereka masuk ke dalam area pasar dan memanfaatkan kios yang masih kosong,” ujarnya.
Pemko juga memberikan fasilitas tambahan bagi pedagang yang bersedia berjualan di dalam pasar, termasuk penyediaan lampu listrik guna mendukung aktivitas perdagangan.
Ia menyebutkan pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan kini mulai mematuhi aturan dengan kembali berjualan di area pasar.
“Alhamdulillah, setelah kita datangi dan berdialog langsung, para pedagang sudah mulai tertib berjualan di dalam pasar,” katanya.
Selain penataan pasar, pemerintah kota juga memantau stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Hingga saat ini, menurut Hendri, harga berbagai komoditas masih relatif stabil dan belum ditemukan praktik penimbunan barang.
Ia menambahkan, Pasar Pusat Padang Panjang memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti daging segar dan berbagai jenis sayuran yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja.
Hendri juga menyinggung penerapan sistem satu arah (one way) di kawasan pasar yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Ia mengatakan kebijakan tersebut awalnya sempat mendapat penolakan dari sebagian masyarakat, namun kini manfaatnya mulai dirasakan.
“Dulu akses orang dari luar daerah menuju pasar agak sulit. Sekarang lebih tertib dan orang dari luar daerah juga lebih mudah datang. Dampaknya pasar kita semakin ramai,” ujarnya.
Untuk menghadapi arus mudik Lebaran, Pemko Padang Panjang juga berkoordinasi dengan Polres Padang Panjang, Kodim 0307/Tanah Datar, serta Subdenpom I/1-3 Padang Panjang guna mengatur kelancaran lalu lintas.
Pemerintah berencana menerapkan sistem satu arah bagi kendaraan yang melintas di Padang Panjang pada 19–20 Maret serta 22–24 Maret 2026. Kebijakan tersebut terus disosialisasikan kepada masyarakat agar arus kendaraan selama masa mudik dapat berjalan lancar.
Selain pengaturan lalu lintas, Pemko juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi pemudik seperti posko kesehatan serta program masjid ramah mudik. Fasilitas tersebut tersedia di beberapa lokasi, antara lain Masjid Nurul Huda Silaing Bawah, Masjid Nurul Iman, dan Masjid Taqwa Ngalau.
“Kita berharap Padang Panjang semakin tertib, nyaman, dan ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja maupun menikmati wisata kuliner. Mari bersama-sama menjaga alam agar kota kita terhindar dari bencana,” tutupnya.
















