Meski jumlah penghuni melebihi kapasitas, Mai memastikan kondisi keamanan rutan masih terkendali dan seluruh hak warga binaan tetap dipenuhi.
“Sampai saat ini situasi berjalan baik dan semua hak warga binaan tetap kita penuhi,” ujarnya.
Menjelang Idulfitri, pihak rutan juga mengantisipasi lonjakan pengunjung dari keluarga warga binaan. Dengan jumlah penghuni yang mendekati seribu orang, jumlah keluarga yang datang diperkirakan akan meningkat signifikan.
Untuk menghindari kepadatan, pihak rutan akan membatasi waktu kunjungan maksimal 30 menit untuk setiap warga binaan. Selain itu, jumlah pengunjung juga dibatasi sekitar empat hingga lima orang untuk setiap narapidana.
Kunjungan direncanakan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dengan jeda waktu istirahat, dan pengunjung akan diatur secara bergantian agar tidak menumpuk di area rutan.
Selain keterbatasan ruang kunjungan, masalah lain yang dihadapi adalah keterbatasan area parkir di sekitar rutan.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama kunjungan Lebaran, pihak rutan juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI.
“Momen ini cukup krusial, sehingga kita juga meminta bantuan aparat penegak hukum agar semuanya berjalan lancar,” kata Mai Yudiansyah.
Dia menambahkan, di dalam rutan tersebut juga terdapat 38 warga binaan nonmuslim. Menjelang Idulfitri, pihak rutan juga telah mengusulkan pemberian remisi kepada 214 warga binaan yang memenuhi syarat administratif dan substantif.
“Untuk sementara yang kita usulkan mendapatkan remisi ada 214 orang dan tidak ada kendala,” kata Yudi.
Selain itu, terdapat 77 warga binaan yang diusulkan memperoleh remisi khusus Idulfitri. Salah satu warga binaan juga berpotensi bebas setelah Lebaran, namun masih menunggu rekomendasi. Menurut Mai, syarat utama mendapatkan remisi khusus adalah telah menjalani masa pidana minimal enam bulan.














