Kabarminang – Bank Nagari menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Rabu (11/3/2026). Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah penyampaian serta penerimaan laporan kinerja keuangan Bank Nagari tahun buku 2025 oleh para pemegang saham.
Komisaris Utama Bank Nagari Andri Yulika mengatakan, laporan kinerja yang disampaikan manajemen telah melalui proses audit oleh kantor akuntan publik sehingga seluruh data dan informasi dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
“Para pemegang saham pada prinsipnya telah menerima laporan kinerja yang disampaikan oleh manajemen Bank Nagari. Laporan tersebut juga telah dibahas secara terbuka dalam forum rapat sehingga seluruh pemegang saham dapat memahami kondisi yang terjadi sepanjang tahun 2025,” ujar Andri Yulika, Rabu (11/3/2026).
RUPS tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, di antaranya Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah kepala daerah, jajaran komisaris dan direksi, serta para pemimpin divisi dan pimpinan cabang Bank Nagari.
Berdasarkan laporan kinerja unaudited hingga Desember 2025 yang sebelumnya dipaparkan direksi kepada wartawan pada Februari lalu, Bank Nagari mencatatkan total aset sebesar Rp33,61 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 1,97 persen dibandingkan posisi aset pada Desember 2024.
Namun dari sisi profitabilitas, Bank Nagari mencatatkan penurunan laba bersih. Hingga akhir Desember 2025, laba bersih bank daerah tersebut tercatat sebesar Rp493,74 miliar, atau mengalami kontraksi sekitar 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga memberikan sejumlah catatan dan masukan kepada manajemen terkait kinerja bank sepanjang tahun 2025. Meski demikian, secara umum mereka menyatakan dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi Bank Nagari.
Menurut Andri Yulika, beberapa capaian yang belum sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) tidak terlepas dari dinamika ekonomi yang mempengaruhi industri perbankan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi pencapaian target kinerja Bank Nagari. Tantangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Bank Nagari, tetapi juga dialami oleh berbagai lembaga keuangan lainnya.
“Meski demikian, para pemegang saham tetap memberikan dorongan kepada jajaran direksi dan seluruh karyawan agar dapat bekerja lebih optimal pada tahun 2026. Harapannya berbagai target yang telah ditetapkan dalam rencana bisnis bank tahun 2026 dapat tercapai dengan lebih baik,” ungkapnya.
Para pemegang saham juga berharap manajemen dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kinerja operasional, meningkatkan profitabilitas, serta menjaga pertumbuhan bisnis bank secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan dari seluruh pemegang saham dan komitmen manajemen, Bank Nagari diharapkan mampu membalikkan kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya serta kembali mencatatkan kinerja yang lebih positif pada tahun 2026,” katanya.
















