Kabarminang — Sebanyak 35 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menerima bantuan pendidikan melalui Program Kemaslahatan Tahun 2025 yang difokuskan pada pemulihan dan dukungan pendidikan pascabencana di Sumbar. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam sebuah kegiatan yang digelar di kampus UIN Imam Bonjol Padang.
Program itu merupakan bantuan dari Rumah Zakat yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang kemudian disalurkan melalui Bank Muamalat Cabang Padang. Dana yang digunakan berasal dari dana umat yang dikelola oleh BPKH untuk program kemaslahatan masyarakat.
Manager Cabang Bank Muamalat Cabang Padang, Mhd. Taufik, menjelaskan bahwa program itu merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana yang terjadi di Sumbar beberapa waktu lalu.
“Program ini hadir sebagai respon atas dampak bencana yang terjadi kemarin. Dana yang digunakan bersumber dari dana umat yang dikelola oleh BPKH dan disalurkan melalui Bank Muamalat,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Bank Muamalat sebagai bagian dari ekosistem BPKH berkomitmen untuk menyalurkan berbagai program kemaslahatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk bagi mahasiswa.
Pihaknya juga berharap bantuan ini dapat membantu para mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan mereka serta membuka peluang untuk kembali menjalin kerja sama yang lebih luas antara Bank Muamalat dan UIN Imam Bonjol Padang di masa mendatang.
Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPKH, Rumah Zakat, serta Bank Muamalat atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.
Ia mengungkapkan bahwa kerja sama antara UIN Imam Bonjol Padang dan Bank Muamalat sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2022, khususnya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Dalam kerja sama tersebut, Bank Muamalat menjadi salah satu mitra pembelajaran bagi mahasiswa FEBI.
Dalam program kemaslahatan itu 35 mahasiswa menerima bantuan pendidikan dengan nominal masing-masing sebesar Rp3 juta per mahasiswa yang bersumber dari BPKH.
Martin juga menegaskan bahwa meskipun kerja sama formal antara UIN Imam Bonjol Padang dan Bank Muamalat sempat terhenti, Bank Muamalat tetap menunjukkan kepedulian terhadap civitas akademika kampus tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan. Ini menunjukkan komitmen untuk terus mendukung pendidikan. Apalagi Bank Muamalat merupakan bank syariah pertama di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perkembangan perbankan syariah,” ujarnya.
Ia berharap hubungan kerja sama antara UIN Imam Bonjol Padang, Bank Muamalat, BPKH, dan Rumah Zakat dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan serta pemberdayaan mahasiswa di lingkungan kampus.
















