“Saya berharap masyarakat dapat menggunakan fasilitas tersebut agar proses pendaftaran menjadi lebih tertib dan waktu tunggu pasien dapat diminimalkan,” ujarnya.
Iskandar juga menegaskan pihak RSUD M. Natsir Solok akan terus berbenah dan selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk setiap pasien.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang pasien, Z (72 tahun), warga Tanah Garam, Kota Solok, mengatakan telah datang sejak pagi untuk menjalani kontrol vertigo yang telah dilakukannya sekitar tiga tahun. Ia juga menjalani pemeriksaan kondisi kaki yang sebelumnya mengalami cidera akibat kecelakaan sepeda motor.
Menurut Z, persoalan antrean menjadi salah satu keluhan yang dirasakannya ketika menjalani kontrol di Poli Saraf. Ia mengatakan bahwa pada Jumat (21/8/2026) hingga sekitar pukul 11.00 WIB baru tiga nomor antrean yang dipanggil.
“Saya sudah datang dari pagi. Sekarang sudah jam 11.00 WIB, baru tiga nomor yang dipanggil,” kata Z.
Di tengah lamanya waktu menunggu, Z mengaku melihat pasien yang menurutnya memiliki hubungan dengan karyawan rumah sakit mendapat pelayanan lebih dahulu.
“Kalau ada karyawan atau keluarganya yang mau berobat, mereka tidak perlu antre dan didahulukan. Padahal, pasien lain sudah menunggu dari pagi,” ujarnya.
Z mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat dirinya mempertanyakan penerapan sistem antrean di Poli Saraf. Menurutnya, pasien yang telah datang lebih awal seharusnya memperoleh pelayanan sesuai nomor antrean yang dimiliki.
















