Kabarminang – Sebuah video yang diunggah akun Facebook Suzhiman Tateuteu pada Senin (12/1/2026) viral di media sosial setelah memperlihatkan detik-detik dirinya terpaksa membuka paksa pintu puskesmas pembantu (pustu) di Kepulauan Mentawai karena tidak ada satu pun tenaga kesehatan yang berjaga.
Dalam video tersebut, Suzhiman mengaku terpaksa mendobrak pintu pustu lantaran ibunya mengalami luka serius akibat terkena parang dan membutuhkan penanganan medis segera. Namun saat tiba di fasilitas kesehatan itu, pustu dalam keadaan kosong tanpa perawat maupun petugas medis yang standby.
“Obat ada di dalam, tapi tidak ada yang mengobati kami di sini. Orang tua saya kena parang, pendarahan tidak berhenti,” ujar Suzhiman dalam rekaman video yang ia bagikan.
Suzhiman juga menyampaikan keluhan tersebut secara terbuka dengan menandai sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Wakil Bupati Jakop Saguruk, Kepala Dinas Kesehatan Lahmuddin Siregar, serta beberapa pihak terkait lainnya. Ia berharap kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dalam unggahannya, Suzhiman menegaskan tindakannya dilakukan semata-mata demi menyelamatkan nyawa ibunya. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila dianggap melanggar hukum.
“Mohon maaf bukannya saya nyinyir. Tapi saya di posisi yang mungkin tidak pernah Bapak rasakan. Kalau perlu keterangan kronologi, saya siap mempertanggungjawabkan jika tindakan saya ini mengandung unsur kriminal,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terkait ketiadaan petugas kesehatan di puskesmas pembantu tersebut.















