Kabarminang – Presiden RI Prabowo Subianto menepis tudingan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahannya bertujuan untuk kepentingan politik, khususnya memuluskan langkah menuju Pemilu 2029. Ia mengaku heran dengan anggapan tersebut dan menilai tuduhan itu sebagai bentuk pola pikir negatif terhadap kebijakan pemerintah.
Prabowo menegaskan, jika rakyat kembali memilih dirinya pada 2029, hal tersebut merupakan hak demokratis masyarakat dan tidak bisa dipaksakan. Ia juga menyinggung soal peran kehendak Tuhan dalam perjalanan politik seseorang.
“Kalau Tuhan mengizinkan, ya terjadi. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, benar tidak?” ujarnya dalam pidatonya pada perayaan Natal Nasional 2025, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/1).
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa program MBG lahir dari keprihatinan pribadi terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Ia mengaku telah mempelajari program serupa di berbagai negara sebelum akhirnya mencanangkan MBG sebagai kebijakan nasional.
“Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, ini tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah, makan bergizi itu sangat-sangat penting,” tegasnya.
Dalam pidatonya pada perayaan Natal Nasional 2025, Prabowo juga memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan laporan Kepala Badan Gizi Nasional, jumlah penerima manfaat MBG saat ini telah mencapai puluhan juta orang.
“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat. Itu sama dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura setiap hari,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian tersebut menunjukkan bahwa MBG merupakan program nyata yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, bukan sekadar agenda politik jangka pendek.














