Ia mengatakan bahwa DAN tinggal dengan etek-nya (bibi), karyawan pabrik PTPN. Ia menyebut bahwa keluarga DAN tinggal di Dharmasraya. Sementara itu, M tinggal dengan neneknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan ia sudah bercerai dengan suaminya.
“M juga punya seorang abang,” ucap Dos.
Dos menambahkan bahwa ia belum tahu masalah yang melatarbelakangi kedua remaja itu bunuh diri.
Menurut informasi yang diperoleh Kabarminang.com dari sumber kepolisian, setelah DAN tewas, M menghubungi kakaknya. Kakaknya lalu datang ke lokasi. Kemudian, kedua korban dibawa bersama-sama oleh warga setempat dengan mobil pabrik teh PTPN ke RSUD. Korban tiba di RSUD pukul 20.46 WIB.
“Korban trauma melihat temannya meninggal setelah gantung diri,” ujar sumber tersebut kepada Kabarminang.com.
Ia mengatakan bahwa pihaknya kesulitan mengumpulkan data dan informasi tentang korban dan peristiwa gantung diri itu karena korban yang tewas sudah dibawa oleh keluarganya ke Dharmasraya. Karena itu, pihaknya belum mengetahui masalah yang menyebabkan kedua korban gantung diri.
“Korban yang meninggal itu berasal dari Dharmasraya. Dia dibawa oleh etek-nya untuk tinggal dan bersekolah di Gunung Talang,” tuturnya.















