Kabarminang — Polisi membeberkan cerita di balik tertabraknya seorang pekerja Jembatan Layang Sitinjau Lauik di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kepala Polsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan bahwa Korban pertama kali ditemukan oleh petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Revanstevano (28 tahun). Ia menyebut bahwa saat melakukan patroli rel kereta api di sepanjang rel Indarung, saksi menemukan mayat di atas rel kereta api sekitar pukul 3.00 WIB, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pauh.
Setelah mendapatkan laporan itu, kata Edi, polisi membawa jenazah korban ke RSUP M. Djamil Padang untuk diperiksa. Ia menyebut bahwa pihaknya sudah memberitahukan keluarga korban di Cilacap Selatan perihal tewasnya korban karena tertabrak kereta api.
“Kami menunggu keluarga korban datang dari kampung halamannya untuk menjemput jenazah korban,” ucap Edi.
Berdasarkan informasi yang pihaknya peroleh dari teman-teman korban sesama pekerja jembatan layang Sitinjau Lauik, kata Edi, korban keluar dari mes untuk menelepon pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia menyebut bahwa korban diduga tertabrak kereta api saat menelepon sambil berjalan melintasi rel kereta api.
“Tidak diketahui korban tertabrak kereta api pukul berapa. Yang jelas, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 3.00 WIB,” ucap Edi.
Edi mengatakan bahwa pihaknya sedang meminta keterangan dari teman-teman korban, misalnya apakah korban sempat kembali ke rumah setelah keluar mes pukul 21.00 WIB, apakah teman-temannya berupaya mencari korban setelah korban pergi beberapa jam dan tidak kembali.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun pihaknya, kata Edi, pihaknya tidak mendapatkan informasi bahwa korban berbaring di rel, lalu tertabrak kereta api.
“Tidak ada saksi yang melihat korban berbaring di rel,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain bekerja di lapangan pada proyek pembangunan jembatan layang Sitinjau Lauik, korban merupakan tukang masak bagi teman-temannya di mes.
Sebelumnya, warga menemukan sesosok mayat tergeletak di samping rel kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu (25/3/2026).
Lurah Limau Manis Selatan, Yuhendri, mengatakan bahwa lokasinya kejadian berada di Kompleks Praksindo RT 06, RW 02.
Berdasarkan KTP-nya, kata Yuhendri, korban bernama Kaslim (49 tahun), warga Kelurahan Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Menurut Bhabinkamtibmas, korban pekerja fly over Sitinjau Lauik yang kos di belakang Kompleks Praksindo,” tuturnya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) mengonfirmasi bahwa mayat yang tergeletak di pinggir rel di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu (25/3/2026) sebagai korban tertemper (tertabrak) kereta api.
Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa korban tertabrak KA Barang 2921 pada pukul 03.30 WIB di km 12+900 petak jalan Stasiun Pauhlima-Stasiun Indarung. Ia menginformasikan bahwa area tersebut masuk ke dalam Ruang Manfaat Jalur KA (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur KA (Rumija).
“Rumaja dan Rumija digunakan hanya untuk pengoprasian kereta api. Warga dilarang untuk melakukan aktivitas di area tersebut,” tuturnya.
Perihal tertabraknya korban, Reza menerangkan bahwa masinis KA Barang 2921 melihat seorang dalam posisi tidur di jalur rel. Ia menyebut bahwa masinis telah membunyikan klakson berkali-kali sebagai tanda peringatan.
“Korban tidak segera menjauh dari jalur meski klakson sudah dibunyikan berkali-kali sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ucap Reza.
Reza mengatakan bahwa PT KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk menegur atau mengingatkan apabila ada pihak yang bermain atau melakukan aktivitas di jalur kereta api.















