Di Pasaman Barat, tiga korban meninggal semuanya telah diidentifikasi. Sementara itu, posko Bukittinggi juga mencatat keberhasilan 100 persen dalam mengidentifikasi 10 korban yang masuk. Hal serupa terjadi di Padang Panjang: 15 korban meninggal telah teridentifikasi semuanya.
Selain korban meninggal, Faizal melaporkan bahwa 212 orang dinyatakan hilang, terdiri atas 97 laki-laki dan 115 perempuan.
“Data ini terus diperbarui setiap kali ada perkembangan dari proses pencarian oleh Basarnas dan tim gabungan,” ucapnya.
Adapun korban luka yang masih dirawat berjumlah 26 orang tersebar di beberapa rumah sakit. RSUD Agam menangani pasien terbanyak dengan total 22 orang, sedangkan RSUD Padang Panjang merawat satu orang, RSUD Rasidin Padang dua orang, dan RSUD Kota Solok satu orang.
“Kami pastikan semua korban yang dirawat mendapat penanganan medis terbaik,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh data telah dilaporkan kepada Kepala Pusdokkes Polri dengan tembusan kepada jajaran terkait di Polda Sumbar dan instansi lainnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban.
“Ini kerja kemanusiaan yang membutuhkan kolaborasi penuh berbagai elemen,” tuturnya
















