Kabarminang — Menurut laporan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat (Sumbar), hingga Rabu (3/12/2025) pukul 20.00 WIB, 200 korban yang meninggal akibat banjir, banjir bandang, dan longsor di provinsi itu sudah masuk ke posko-posko identifikasi.
Laporan itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Dokkes Polda Sumbar, AKBP Faizal. Ia mengatakan bahwa dari 200 korban meninggal itu, 174 korban di antaranya berhasil teridentifikasi, terdiri atas 86 laki-laki dan 87 perempuan. Menurut Faizal, proses identifikasi masih berlangsung intensif untuk memastikan semua korban dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Kami bekerja siang dan malam, berkoordinasi dengan berbagai pihak agar identifikasi berjalan cepat, namun tetap akurat,” ujarnya.
Sementara itu, 26 korban lainnya belum teridentifikasi, termasuk 14 laki-laki dan 8 perempuan. Tim DVI juga menerima empat potongan tubuh yang masih dalam tahap pemeriksaan forensik, yakni satu potongan paha, satu potongan tungkai bawah, dan dua potongan kaki kanan.
Faizal menjelaskan bahwa penanganan korban dilakukan melalui beberapa posko DVI yang tersebar di Padang, Agam, Pasaman Barat, Bukittinggi, dan Padang Panjang. Di Posko DVI Padang, yang terdiri dari Polresta Padang dan RSUD Dr. Rasidin, tercatat lima korban meninggal dan seluruhnya telah diidentifikasi.
“Semua korban yang masuk ke posko Padang sudah jelas identitasnya,” tutur Faizal.
Sementara itu, RS Bhayangkara TK III Padang menjadi posko dengan jumlah korban tidak teridentifikasi terbanyak. Dari 61 korban meninggal yang ditangani, baru 35 yang berhasil dikenali. Sisanya, yakni 26 korban, masih dalam proses identifikasi lanjutan. Di posko ini juga ditemukan potongan-potongan tubuh yang saat ini sedang dianalisis oleh tim forensik.
Posko terbesar berada di Agam, yang mencatat 106 korban meninggal dan seluruhnya telah teridentifikasi. Keberhasilan itu terwujud disebut berkat ketersediaan data ante mortem yang lengkap dari keluarga korban, serta kerja cepat tim gabungan di lapangan.
















