Rodi mengatakan bahwa semua peserta menjalani pengujian empat aspek kemampuan bahasa Inggris, yakni listening, reading, writing, dan speaking.
Soal pendanaan kegiatan itu, Rodi menginformasikan bahwa dananya bernilai sekitar Rp14 juta atau setara Rp100.000 per peserta. Ia menyebut bahwa dana itu ditanggung sepenuhnya alumni Teknik Industri UNAND melalui donasi.
”Ini wujud kepedulian alumni untuk memberikan dukungan nyata dan membangun ikatan emosional dengan adik-adik mahasiswa baru,” ujar Rodi.
Setelah mengikuti tes tersebut, kata Rodi, para peserta akan mendapatkan program pendampingan berkelanjutan yang terintegrasi dalam skema KATI Global Talent. Ia menerangkan bahwa pendampingan tersebut mencakup kelas pelatihan intensif Grammar for IELTS sepuluh kali pertemuan untuk meningkatkan pemahaman dasar peserta.
Selain itu, kata Rodi, KATI UNAND memberikan garansi pendampingan khusus bagi mahasiswa yang berhasil meraih skor IELTS 6,5 atau lebih.
”Bagi mahasiswa yang mencapai skor 6,5 ke atas, alumni siap mendampingi sampai mereka diterima di universitas luar negeri atau mendapat kerja sebelum lulus,” ucap Rodi.
Selain penguatan bahasa, kata Rodi, mahasiswa dibekali pelatihan kepemimpinan, keterampilan komunikasi, serta pengembangan karakter.
Rodi mengonfirmasi bahwa tes IELTS gratis ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan resmi KATI UNAND untuk setiap angkatan baru.
“KATI UNAND berharap model program ini dapat direplikasi pada tingkat Fakultas Teknik, Universitas Andalas, hingga siswa SMA di Kota Padang,” tutur Rodi.





















